Perbedaan Than and Then
THAN (A)
Digunakan bila kita
ingin memperbandingkan sesuatu hal. Saat kita berbicara mengenai noun
(sesuatu, orang, tempat, rencana), lebih dari, kurang dari dan ingin
dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya, maka penggunaan than diperlukan dalam
suatu kalimat, contohnya:
1. There are more flowers than trees in your garden (ada
banyak bunga dibandingkan pepohonan di belakang kebunmu)
2. Shanti is taller than Shinta (Shanti lebih tinggi
daripada Shinta)
Digunakan juga dalam bentuk ‘Idiom’ {Other than} yang
artinya ‘selain dari’, contohnya;
4. Other than him, no one else (selain dia, tidak ada
sapa-sapa lagi)
THEN
(E)
Digunakan saat kita
ingin berbicara tentang sesuatu urutan peristiwa atau memberikan sebuah
instruksi dengan langkah-langkah, maka pemakaian then sangat
dianjurkan, contohnya;
1.
First there were four, and then there were two (pertama kali ada
empat lalu kemudian ada dua)
2.
Wash the clothes, then put them in the dryer (cuci baju, setelah itu
letakkan di dalam pengering)
Saat kita berbicara
mengenai waktu
1.
Then (noun, adjective) = waktu itu, dulu, pada saat itu. Contoh: Back then I
only had a bicycle, now I have a motorcycle (dulu saya hanya punya sepeda,
sekarang saya punya motor)
2.
Then (adverb) = lalu, kemudian. Contoh: Go straight and then turn right, he’ll
be standing on the right side of the road (lurus lalu belok kanan, dia akan
berdiri di sebelah kanan jalan)
3. Then
= maka (biasanya digunakan saat kita memakai kata if). Contoh: If you’re
hungry, then you should grab something to eat (jika kamu lapar, maka kamu
seharusnya mengambil sesuatu untuk dimakan)
Digunakan dalam
bentuk ‘idiom’
1. But
then (idiom) = tetapi, di lain pihak. Contoh: I had planned to go to Jakarta
but then the tickets were all sold out (saya telah berencana untuk pergi ke
jakarta, tetapi semua tiket habis terjual)
2.
Then and there (idiom) = di saat dan tempat itu, saat itu juga. Contoh: She
caught him stealing and fired him then and there (dia ketangkap basah mencuri
dan saat itu juga dia dipecat)
Perbedaan Loose atau
Lose?
Spelling (ejaan) dua kata ini mirip, namun pronounciation (pelafalan) dan maknanya berbeda.
Lose /luz/ adalah irregular
verb (kata kerja tidak beraturan) yang bermakna “fail to win” (gagal
menang), “be unable to find” (tidak dapat menemukan), atau “fail to keep”
(gagal menjaga/mempertahankan) yang membicarakan aksi;
sementara loose /lus/ adalah adjective yang berarti “not
tight fitting” (tidak ketat), “not fixed” (tidak tetap, tetap, atau kaku), “not
fastened” (tidak diikat) atau “relaxed” (santai) untuk mendeskripsikan sesuatu.
Tampak bahwa part of speech (kelas kata) dua kata ini pun berbeda.
Kata kerja lose yang
mempunyai Z sound ini bentuk past tense-nya lost
dan present participle-nya losing. Orang umumnya membuat kesalahan
dengan present participle dari lose dengan
membuat double “o” menjadi loosing. Padahal tidak ada kata
semacam itu.
|
Loose
|
He often wears jeans and
a loose shirt.
(Dia sering memakai denim dan baju longgar.) not tight fitting
|
|
Should I encourage my child to
pull out his loose tooth?
(Haruskah saya menganjurkan anak saya untuk mendorong mencabut gigi
goyangnya?) not fixed
|
|
She tried to
stay loose during the job interview.
(Dia mencoba tetap tenang selama wawancara kerja tersebut.) relaxed
|
|
Lose
|
It doesn’t matter whether you win
or lose.
(Tidak masalah apakah amu menang atau kalah.) fail to win
|
|
My little
sister lost her phone on the bus.
(Adik perempuan saya kehilangan telepon genggamnya di bus.) be unable to
find
|
|
I focus on the quality of the food
I consume to lose weight.
(Saya fokus pada kualitas makanan yang saya konsumsi untuk mengurangi berat
badan.) fail to keep
|
Perbedaan All Right or Alright?
All right adalah adjective (kata sifat) atau adverb (kata
keterangan), sedangkan alright adalah versi contraction-nya (gabungan dua kata yang satu atau lebih hurufnya
telah dihilangkan). Penggunaan alright memang tidak
sesering all right, namun kata tersebut
masih umum digunakan, khususnya di informal writing.
Penggunaan All Right dan Alright sebagai
Adjective atau Adverb
All
right digunakan sebagai adjective setelah verb be dan beberapa verb of sense seperti feel, seem, dan look tapi tidak sebelum noun (sebagai predicative adjective). Maknanya “okay”, “well”, atau “satisfactory”.
All right sebagai adverb bermakna “okay”, “well”, atau
“satisfactorily”. Kata tersebut dapat digunakan sebagai discourse marker untuk menunjukkan bahwa kita ingin memulai topik
atau aksi baru. Selain itu all right dapat pula untuk menunjukkan bahwa
kita menerima suatu pandangan atau setuju dengan apa yang perlu dilakukan
(express agreement)
|
Penggunaan
|
Contoh
Kalimat All Right
|
|
Adjective
|
Are you all right?
(Apa kamu baik-baik saja?)
|
|
Her quality of work is all
right.
(Kualiatas kerjanya baik.)
|
|
Was everything all right?
(Apakah semuanya baik-baik saja?)
|
|
Adverb
|
The engine was running all
right for a few days.
(Mesin tersebut berjalan dengan baik selama beberapa hari.)
|
|
All right, should we take a break
now?
(Baiklah, haruskah kita istirahat sekarang?) discourse marker
|
|
All right, you can bring your
friends and your family.
(Okay, kamu dapat membawa teman-teman dan keluargamu.) express agreement
|
Perbedaan
antara Learned dan Learnt
Learned atau Learnt?
Learned dan learnt merupakan dua alternative form (pilihan) untuk past
tense dan past participle dari verb (kata kerja) learn. Semuanya benar namun learned sering
digunakan baik di British English maupun American English, sementara learnt umumnya di British English.
Saat ini orang Amerika cenderung mendukung
akhiran -ed yang merupakan regular form dari past tense dan past
participle. Tak hanya learn, tapi juga banyak kata kerja lainnya seperti: burn, dream,
dan spell. Ada kecenderungan suatu
kata kerja dipertimbangkan menjadi regular form dari hari ke hari. Oleh karena itu learned menjadi jauh lebih populer. Di Inggris pun kini
semakin banyak orang menggunakan akhiran -ed. Hal itu terjadi mungkin karena
pengaruh American English yang
masuk ke negara tersebut. Padahal pada awalnya orang Inggris melafalkan past
tense dengan akhiran -t.
Karena kedua kata
tersebut diterima, pilihan menggunakan yang mana diserahkan kepada
masing-masing orang. Yang penting seseorang menggunakannya secara konsisten.
Contoh Kalimat
Learned dan Learnt
|
No
|
Contoh
Kalimat Learned dan Learnt
|
|
1
|
They have learned/learnt the
marketing lesson.
(Mereka telah mempelajari pelajaran pemasaran itu.)
|
|
2
|
Yesterday I learned that we can efficient and effective at the
same time.
(Kemarin saya belajar bahwa kita dapat efisien dan efektif secara bersamaan.)
|
Learned sebagai
Adjective
Selain sebagai verb, learned juga berfungsi sebagai adjective (kata sifat),
namun tidak demikian dengan learnt. Adjective tersebut bermakna
“showing profound knowledge; scholarly” (menunjukkan pengetahuan yang mendalam)
dan dilafalkan dengan dua suku kata: ˈləːnɪd atau bermakna “acquired by
experience or learning” (diperoleh melalui pengalaman atau belajar) dilafalkan
lərnd.
Contoh Learned sebagai Adjective:
|
No
|
Contoh
Kalimat Learned
|
|
1
|
He is a learned man.
(Dia seorang pria terpelajar.) scholarly
|
|
2
|
Do you know what is the difference
between innate and learned behavior?
(Apakah kamu tahu apa perbedaan antara pembawaan lahir dan
perilaku proses belajar?) acquired by experience or
learning
|
Perbedaan antara
Affect dan Effect
Affect dan effect adalah dua kata dengan makna sangat berbeda namun kerap
membingungkan banyak orang. Affect (a-FECT) biasanya merupakan verb (kata kerja) yang
bermakna “to influence” (mempengaruhi). Berbeda dengan affect, effect umumnya merupakan noun (kata benda) yang bermakna “a result or an
influence” (akibat, hasil, pengaruh).
Di
bidang psikologi atau psikiatri, affect (AFF-ect,
penekanan di awal suku kata) kerap digunakan sebagai noun dengan
makna “an expressed emotion response” (respon emosi). Selain sebagai noun, effect juga dapat digunakan sebagai verb dengan
makna “to cause” (menyebabkan). Kata ini lebih sering digunakan pada quite
formal contexts daripada penggunaan
sehari-hari
Beberapa Contoh Kalimat Affect dan Effect
|
No
|
Contoh
Kalimat Affect dan Effect
|
|
1
|
The factors
may affect your father’s retirement benefits.
(Faktor-faktor tersebut mungkin mempengaruhi pensiun ayahmu.) verb
|
|
2
|
I want to know why a
person with schizophrenia often show a flat affect.
(Saya ingin tau kenapa orang dengan skizofrenia sering menampilkan ekspresi
datar.) noun
|
|
3
|
One of the
worst effects of global warming is the destruction of ecosystems.
(Satu dari pengaruh-pengaruh terburuk pemanasan global adalah kehancuran
ekosistem.) noun
|
|
4
|
The entry-level
employee tried to effect change in my company’s
policies.
(Karyawan entry-level itu mencoba untuk menyebabkan perubahan di
kebijakan perusahaan.) verb
|
Perbedaan
antara Beside dan Besides
Beside merupakan preposition (kata depan) yang bermakna “at
the side of (somebody or something)” (di samping seseorang atau sesuatu),
sementara besides berfungsi sebagai preposition atau adverb dengan
makna “in addition to (somebody or something)” (selain seseorang/sesuatu) atau
“also” (juga).
Besides sebagai adverb (kata keterangan)
mengawali informasi tambahan, namun posisinya dapat pula setelah informasi
tersebut. Ketika besides berada
di depan informasi tambahan, comma (koma) harus disertakan setelahnya.
|
beside
|
I have a bookshelf beside my desk.
(Saya mempunyai sebuah rak buku di samping meja tulis.)
|
|
Who sat beside you at the counter?
(Siapa yang duduk di sampingmu di konter tersebut?)
|
|
besides
(preposition)
|
She had no friend besides them.
(Dia tidak punya teman selain mereka.)
|
|
What are some fun things to
do on a hot summer day besides swimming
and sunbathing?
(Apa beberapa hal yang menyenangkan untuk dilakukan pada hari musim panas
selain berenang dan berjemur?)
|
|
besides
(adverb)
|
Besides working as a journalist, he also
writes children’s books.
(Selain bekerja sebagai seorang jurnalis, dia juga menulis buku-buka
anak-anak.)
|
|
My smartphone doesn’t fast charge
anymore, and besides, it sometimes restarts
itself when receiving a text message.
(Telepon pintar saya tidak mengisi baterai dengan cepat lagi, selain itu
kadang-kadang menghidupkan ulang diri sendiri ketika menerima pesan teks.)
|
Perbedaan Fell dan
Felt
Fell dan felt merupakan dua verb (kata kerja) yang dapat
membingungkan karena bentuk dan pelafalannya hampir sama. Meskipun demikian, dua past simple ini sangat berbeda
maknanya.
Fell berasal dari bare infinitive (bentuk dasar) “fall” yang bermakna
“to drop down from a higher level or to suddenly stop standing” (jatuh dari
level yang lebih tinggi atau tiba-tiba berhenti berdiri) sementara felt dari
“feel” yang merupakan linking verb yang
berarti “to experience a particular feeling or emotion” (merasakan perasaan
atau emosi tertentu) atau transitive verb yang
berarti “to notice something that affects you physically” (menyadari
sesuatu yang mengenaimu secara fisik).
Contoh Kalimat Fell dan Felt
|
No
|
Contoh
Kalimat Fell dan Felt
|
|
1
|
A construction
worker fell into a trench that was 8 feet deep.
(Seorang bekerja konstruksi jatuh ke dalam parit sedalam 8 kaki.)
|
|
2
|
How much rain fell in
your area yesterday?
(Berapa banyak hujan jatuh di areamu kemarin?)
|
|
3
|
He fell and dislocated his
ankle.
(Dia jatuh dan pergelangan kakinya bergeser.)
|
|
4
|
They felt guilty about
the way they had treated me.
(Mereka merasa bersalah tentang cara mereka memperlakukan saya.)
|
|
5
|
Sisca felt like a burden
to everyone.
(Dia merasa seperti beban bagi semua orang.)
|
|
6
|
I felt that he was
tapping my shoulder.
(Saya merasakan dia menepuk bahu saya.)
|
Perbedaan
antara Actual dan Actually
Pengertian Actual dan Actually
Actual merupakan adjective (kata sifat) yang bermakna “true” atau “real”
(sesungguhnya atau nyata). Kata ini selalu menempati posisi segera sebelum noun (kata benda) yang diterangkannya (sebagai attributive adjective)
Di
dalam spoken English actual sering digunakan dalam phrase “in
actual fact” yang memiliki makna yang sama dengan “in fact” namun dengan
penambahan penekanan pada apa yang speaker katakan.
Actually merupakan adverb (kata keterangan) yang sering
digunakan dalam speaking untuk memberi penekanan pada fakta atau
komentar atau bahwa sesuatu benar-benar nyata. Kata ini juga digunakan
sebagai discourse marker untuk membuka topik pembicaraan baru,
mengubah atau mempertentangkan apa yang sedang dibicarakan, atau menambahkan
informasi terkait topik yang sedang dibicarakan.
Contoh Kalimat Actual dan Actually
|
No
|
Contoh
Kalimat Actual dan Actually
|
|
1
|
I’m wondering why some people look
younger than their actual age.
(Saya sedang bertanya-tanya mengapa sebagian orang tampak lebih muda dari
usia mereka yang sebenarnya.)
|
|
2
|
Can you repeat her actual
words to me?
(Dapatkah kamu mengulangi kata-kata dia yang sebenarnya kepada saya?)
|
|
3
|
In actual fact, she is an unkind
person.
(Fakta yang sesungguhnya, orang yang kasar.)
|
|
4
|
It’s actually a good
sign for you.
(Itu sunguh-sunguh merupakan pertanda bagus untukmu.)
|
|
5
|
He is
not actually as bad as you think.
(Dia sesungguhnya tidak seburuk yang kamu pikir.)
|
|
6
|
Actually, they don’t get along
with each other.
(Sesungguhnya, mereka tidak akur dengan satu sama lain.)
|
Daftar pustaka
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-than-then
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-fell-felt
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-beside-besides
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-loose-lose
https://www.wordsmile.com/pengertian-penggunaan-contoh-kalimat-all-right-alright
https://www.wordsmile.com/perbedaan-antara-learned-learnt
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-actual-actually