My Blog List

Saturday, 8 April 2017

Softskill Bahasa Inggris bisnis


Perbedaan Than and Then 

THAN (A)
Digunakan bila kita ingin memperbandingkan sesuatu hal. Saat kita berbicara mengenai noun (sesuatu, orang, tempat, rencana), lebih dari, kurang dari dan ingin dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya, maka penggunaan than diperlukan dalam suatu kalimat, contohnya:
       1.  There are more flowers than trees in your garden (ada banyak bunga dibandingkan pepohonan di belakang kebunmu)
       2.  Shanti is taller than Shinta (Shanti lebih tinggi daripada Shinta)
            Digunakan juga dalam bentuk ‘Idiom’ {Other than} yang artinya ‘selain dari’, contohnya;
       4.  Other than him, no one else (selain dia, tidak ada sapa-sapa lagi)
          
       THEN (E)
Digunakan saat kita ingin berbicara tentang sesuatu urutan peristiwa atau memberikan sebuah instruksi dengan langkah-langkah, maka pemakaian then sangat dianjurkan, contohnya;
           1. First there were four, and then there were two (pertama kali ada empat lalu kemudian ada dua)
           2. Wash the clothes, then put them in the dryer (cuci baju, setelah itu letakkan di dalam pengering)
Saat kita berbicara mengenai waktu
       1.  Then (noun, adjective) = waktu itu, dulu, pada saat itu. Contoh: Back then I only had a bicycle, now I have a motorcycle (dulu saya hanya punya sepeda, sekarang saya punya motor)
       2.  Then (adverb) = lalu, kemudian. Contoh: Go straight and then turn right, he’ll be standing on the right side of the road (lurus lalu belok kanan, dia akan berdiri di sebelah kanan jalan)
       3. Then = maka (biasanya digunakan saat kita memakai kata if). Contoh: If you’re hungry, then you should grab something to eat (jika kamu lapar, maka kamu seharusnya mengambil sesuatu untuk dimakan)
Digunakan dalam bentuk ‘idiom’
      1.  But then (idiom) = tetapi, di lain pihak. Contoh: I had planned to go to Jakarta but then the tickets were all sold out (saya telah berencana untuk pergi ke jakarta, tetapi semua tiket habis terjual)
      2.  Then and there (idiom) = di saat dan tempat itu, saat itu juga. Contoh: She caught him stealing and fired him then and there (dia ketangkap basah mencuri dan saat itu juga dia dipecat) 


Perbedaan Loose atau Lose?

Spelling (ejaan) dua kata ini mirip, namun pronounciation (pelafalan) dan maknanya berbeda.
Lose /luz/ adalah irregular verb (kata kerja tidak beraturan) yang bermakna “fail to win” (gagal menang), “be unable to find” (tidak dapat menemukan), atau “fail to keep” (gagal menjaga/mempertahankan) yang membicarakan aksi; sementara loose /lus/ adalah adjective yang berarti “not tight fitting” (tidak ketat), “not fixed” (tidak tetap, tetap, atau kaku), “not fastened” (tidak diikat) atau “relaxed” (santai) untuk mendeskripsikan sesuatu. Tampak bahwa part of speech (kelas kata) dua kata ini pun berbeda.
Kata kerja lose yang mempunyai Z sound ini bentuk past tense-nya lost dan present participle-nya losing. Orang umumnya membuat kesalahan dengan present participle dari lose dengan membuat double “o” menjadi loosing. Padahal tidak ada kata semacam itu.

Loose
He often wears jeans and a loose shirt.
(Dia sering memakai denim dan baju longgar.) not tight fitting
Should I encourage my child to pull out his loose tooth?
(Haruskah saya menganjurkan anak saya untuk mendorong mencabut gigi goyangnya?) not fixed
She tried to stay loose during the job interview.
(Dia mencoba tetap tenang selama wawancara kerja tersebut.) relaxed
Lose
It doesn’t matter whether you win or lose.
(Tidak masalah apakah amu menang atau kalah.) fail to win
My little sister lost her phone on the bus.
(Adik perempuan saya kehilangan telepon genggamnya di bus.) be unable to find
I focus on the quality of the food I consume to lose weight.
(Saya fokus pada kualitas makanan yang saya konsumsi untuk mengurangi berat badan.) fail to keep



Perbedaan All Right or Alright?
  

         All right adalah adjective (kata sifat) atau adverb (kata keterangan), sedangkan alright adalah versi contraction-nya (gabungan dua kata yang satu atau lebih hurufnya telah dihilangkan). Penggunaan alright memang tidak sesering all right, namun kata tersebut masih umum digunakan, khususnya di informal writing.

Penggunaan All Right dan Alright sebagai Adjective atau Adverb

All right digunakan sebagai adjective setelah verb be dan beberapa verb of sense seperti feel, seem, dan look tapi tidak sebelum noun (sebagai predicative adjective). Maknanya “okay”, “well”, atau “satisfactory”.
All right sebagai adverb bermakna “okay”, “well”, atau “satisfactorily”. Kata tersebut dapat digunakan sebagai discourse marker untuk menunjukkan bahwa kita ingin memulai topik atau aksi baru.  Selain itu all right dapat pula untuk menunjukkan bahwa kita menerima suatu pandangan atau setuju dengan apa yang perlu dilakukan (express agreement)



Penggunaan
Contoh Kalimat All Right
Adjective
Are you all right?
(Apa kamu baik-baik saja?)
Her quality of work is all right.
(Kualiatas kerjanya baik.)
Was everything all right?
(Apakah semuanya baik-baik saja?)
Adverb
The engine was running all right for a few days.
(Mesin tersebut berjalan dengan baik selama beberapa hari.)
All right, should we take a break now?
(Baiklah, haruskah kita istirahat sekarang?) discourse marker
All right, you can bring your friends and your family.
(Okay, kamu dapat membawa teman-teman dan keluargamu.) express agreement


Perbedaan antara Learned dan Learnt
Learned atau Learnt?
Learned dan learnt merupakan dua alternative form (pilihan) untuk past tense dan past participle dari verb (kata kerja) learn. Semuanya benar namun learned sering digunakan baik di British English maupun American English, sementara learnt umumnya di British English.
 Saat ini orang Amerika cenderung mendukung akhiran -ed yang merupakan regular form dari past tense dan past participle. Tak hanya learn, tapi juga banyak kata kerja lainnya seperti: burndream, dan spell. Ada kecenderungan suatu kata kerja dipertimbangkan menjadi regular form dari hari ke hari. Oleh karena itu learned menjadi jauh lebih populer. Di Inggris pun kini semakin banyak orang menggunakan akhiran -ed. Hal itu terjadi mungkin karena pengaruh American English yang masuk ke negara tersebut. Padahal pada awalnya orang Inggris melafalkan past tense dengan akhiran -t.
Karena kedua kata tersebut diterima, pilihan menggunakan yang mana diserahkan kepada masing-masing orang. Yang penting seseorang menggunakannya secara konsisten.
Contoh Kalimat Learned dan Learnt
No
Contoh Kalimat Learned dan Learnt
1
They have learned/learnt the marketing lesson.
(Mereka telah mempelajari pelajaran pemasaran itu.)
2
Yesterday I learned that we can efficient and effective at the same time.
(Kemarin saya belajar bahwa kita dapat efisien dan efektif secara bersamaan.)

Learned sebagai Adjective
Selain sebagai verblearned juga berfungsi sebagai adjective (kata sifat), namun tidak demikian dengan learntAdjective tersebut bermakna “showing profound knowledge; scholarly” (menunjukkan pengetahuan yang mendalam) dan dilafalkan dengan dua suku kata: ˈləːnɪd  atau bermakna “acquired by experience or learning” (diperoleh melalui pengalaman atau belajar) dilafalkan lərnd.
Contoh Learned sebagai Adjective:
No
Contoh Kalimat Learned
1
He is a learned man.
(Dia seorang pria terpelajar.) scholarly
2
Do you know what is the difference between innate and learned behavior?
(Apakah kamu tahu apa perbedaan antara pembawaan lahir dan perilaku proses belajar?) acquired by experience or learning


Perbedaan antara Affect dan Effect

Affect dan effect adalah dua kata dengan makna sangat berbeda namun kerap membingungkan banyak orang. Affect (a-FECT) biasanya merupakan verb (kata kerja) yang bermakna “to influence” (mempengaruhi). Berbeda dengan affect, effect umumnya merupakan noun (kata benda) yang bermakna “a result or an influence” (akibat, hasil, pengaruh).
Di bidang psikologi atau psikiatri, affect (AFF-ect, penekanan di awal suku kata) kerap digunakan sebagai noun dengan makna “an expressed emotion response” (respon emosi). Selain sebagai nouneffect juga dapat digunakan sebagai verb dengan makna “to cause” (menyebabkan). Kata ini lebih sering digunakan pada quite formal contexts daripada penggunaan sehari-hari
Beberapa Contoh Kalimat Affect dan Effect
No
Contoh Kalimat Affect dan Effect
1
The factors may affect your father’s retirement benefits.
(Faktor-faktor tersebut mungkin mempengaruhi pensiun ayahmu.) verb
2
I want to know why a person with schizophrenia often show a flat affect.
(Saya ingin tau kenapa orang dengan skizofrenia sering menampilkan ekspresi datar.) noun
3
One of the worst effects of global warming is the destruction of ecosystems.
(Satu dari pengaruh-pengaruh terburuk pemanasan global adalah kehancuran ekosistem.) noun
4
The entry-level employee tried to effect change in my company’s policies.
(Karyawan entry-level itu mencoba untuk menyebabkan perubahan di kebijakan perusahaan.) verb


Perbedaan antara Beside dan Besides
Beside merupakan preposition (kata depan) yang bermakna “at the side of (somebody or something)” (di samping seseorang atau sesuatu), sementara besides berfungsi sebagai preposition atau adverb dengan makna “in addition to (somebody or something)” (selain seseorang/sesuatu) atau “also” (juga).
Besides sebagai adverb (kata keterangan) mengawali informasi tambahan, namun posisinya dapat pula setelah informasi tersebut. Ketika besides berada di depan informasi tambahan, comma (koma) harus disertakan setelahnya.





beside
I have a bookshelf beside my desk.
(Saya mempunyai sebuah rak buku di samping meja tulis.)
Who sat beside you at the counter?
(Siapa yang duduk di sampingmu di konter tersebut?)
besides (preposition)
She had no friend besides them.
(Dia tidak punya teman selain mereka.)
What are some fun things to do on a hot summer day besides swimming and sunbathing?
(Apa beberapa hal yang menyenangkan untuk dilakukan pada hari musim panas selain berenang dan berjemur?)
besides (adverb)
Besides working as a journalist, he also writes children’s books.
(Selain bekerja sebagai seorang jurnalis, dia juga menulis buku-buka anak-anak.)
My smartphone doesn’t fast charge anymore, and besides, it sometimes restarts itself when receiving a text message.
(Telepon pintar saya tidak mengisi baterai dengan cepat lagi, selain itu kadang-kadang menghidupkan ulang diri sendiri ketika menerima pesan teks.)

Perbedaan Fell dan Felt
Fell dan felt merupakan dua verb (kata kerja) yang dapat membingungkan karena bentuk dan pelafalannya hampir sama. Meskipun demikian, dua past simple ini sangat berbeda maknanya.
Fell berasal dari  bare infinitive (bentuk dasar) “fall” yang bermakna “to drop down from a higher level or to suddenly stop standing” (jatuh dari level yang lebih tinggi atau tiba-tiba berhenti berdiri) sementara felt dari “feel” yang merupakan linking verb yang berarti “to experience a particular feeling or emotion” (merasakan perasaan atau emosi tertentu) atau transitive verb yang berarti “to notice something that affects you physically” (menyadari sesuatu yang mengenaimu secara fisik).
Contoh Kalimat Fell dan Felt
No
Contoh Kalimat Fell dan Felt
1
A construction worker fell into a trench that was 8 feet deep.
(Seorang bekerja konstruksi jatuh ke dalam parit sedalam 8 kaki.)
2
How much rain fell in your area yesterday?
(Berapa banyak hujan jatuh di areamu kemarin?)
3
He fell and dislocated his ankle.
(Dia jatuh dan pergelangan kakinya bergeser.)
4
They felt guilty about the way they had treated me.
(Mereka merasa bersalah tentang cara mereka memperlakukan saya.)
5
Sisca felt like a burden to everyone.
(Dia merasa seperti beban bagi semua orang.)
6
I felt that he was tapping my shoulder.
(Saya merasakan dia menepuk bahu saya.)


Perbedaan antara Actual dan Actually
Pengertian Actual dan Actually
Actual merupakan adjective (kata sifat) yang bermakna “true” atau “real” (sesungguhnya atau nyata). Kata ini selalu menempati posisi segera sebelum noun (kata benda) yang diterangkannya (sebagai attributive adjective)
Di dalam spoken English actual sering digunakan dalam phrase “in actual fact” yang memiliki makna yang sama dengan “in fact” namun dengan penambahan penekanan pada apa yang speaker katakan.
Actually merupakan adverb (kata keterangan) yang sering digunakan dalam speaking untuk memberi penekanan pada fakta atau komentar atau bahwa sesuatu benar-benar nyata. Kata ini juga digunakan sebagai discourse marker untuk membuka topik pembicaraan baru, mengubah atau mempertentangkan apa yang sedang dibicarakan, atau menambahkan informasi terkait topik yang sedang dibicarakan.
Contoh Kalimat Actual dan Actually
No
Contoh Kalimat Actual dan Actually
1
I’m wondering why some people look younger than their actual age.
(Saya sedang bertanya-tanya mengapa sebagian orang tampak lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya.)
2
Can you repeat her actual words to me?
(Dapatkah kamu mengulangi kata-kata dia yang sebenarnya kepada saya?)
3
In actual fact, she is an unkind person.
(Fakta yang sesungguhnya, orang yang kasar.)
4
It’s actually a good sign for you.
(Itu sunguh-sunguh merupakan pertanda bagus untukmu.)
5
He is not actually as bad as you think.
(Dia sesungguhnya tidak seburuk yang kamu pikir.)
6
Actually, they don’t get along with each other.
(Sesungguhnya, mereka tidak akur dengan satu sama lain.)



Daftar pustaka
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-than-then
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-fell-felt
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-beside-besides
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-loose-lose
https://www.wordsmile.com/pengertian-penggunaan-contoh-kalimat-all-right-alright
https://www.wordsmile.com/perbedaan-antara-learned-learnt
https://www.wordsmile.com/pengertian-perbedaan-contoh-kalimat-actual-actually


No comments: